Sumber Dasar Penerapan Seni Dalam Islam

jasa pembuatan kaligrafi untuk masjid

Sumber Seni Islam

Mengenal aspek dari budaya Islam, seni Islam adalah hasil karya dari akumulasi pengetahuan lingkungan lokal dan masyarakat. Dasar penciptaan awal seni Islam menggabungkan tradisi Arab, Persia, Mesopotamia dan Afrika, di samping inspirasi Bizantium. Islam dibangun di atas pengetahuan ini dan mengembangkan gaya uniknya sendiri, terinspirasi oleh tiga elemen utama.

Al-Qur’an

Al-Qur’an adalah sebagai karya seni pertama dalam Islam. Independensi ayat-ayat dan keterkaitannya dengan muslim membentuk makna yang luar biasa. Karena setiap ayat membawa ke dalam pengalaman Ilahiah yang unik, merasakan sukacita dan kebahagiaan, ancaman dan ketakutan, kepatuhan dan aturan, dan seterusnya. Pengulangan dari pengalaman-pengalaman ini dalam ayat-ayat Al-Qur’an memunculkan kesadaran dan merasakan kehadiran Alloh SWT seperti yang dijelaskan dalam ayat ini:

“…Apabila dibacakan ayat-ayat Allah Yang Maha Pemurah kepada mereka, maka mereka menyungkur dengan bersujud dan menangis.” (Al-Qur’an 19:58).

Oleh karena itu para seniman Islam mengambil pelajaran dan metode dari pengalaman mereka tentang Al Qur’an, mengembangkan pendekatan baru terhadap seni yang dicirikan oleh kemandirian dan kesalingtergantungan unsur-unsur formatifnya. Penekanannya adalah pada kehadiran dan atribut Sang Khaliq daripada pada makhluk-Nya, termasuk manusia. Islam melihat semua manusia setara tanpa warna atau bentuk (sempurna atau tidak sempurna). Satu-satunya perbedaan antara manusia dibuat atas dasar ketakwaan mereka.

jasa kaligrafi masjid jamik baitul mukmin gumelar balung jember jawa timur

Al Qur’an dan Seniman

“Dan para penyair, orang yang sesat mengikuti mereka. Apakah kamu tidak melihat bagaimana mereka berkeliaran di setiap lembah? Dan bagaimana mereka mengatakan apa yang tidak mereka lakukan? (Al Qur’an 26: 224-26).

Read Related Articles:  Pengertian Seni Kaligrafi Islam

Pada ayat Al-Qur’an ini mengatur pendekatan seniman, penulis, dan profesional. Islam hanya menyetujui pekerjaan dari orang-orang yang mendasarkan segala yang dilakukannya dalam rangka selalu mengingat Allah

“orang-orang yang beriman, melakukan pekerjaan yang baik, dan banyak terlibat dalam mengingat Allah” (QS 26: 227).

Dengan latar belakang ini, karya seniman dipandu oleh kriteria normatif agar selalu terhubung dalam mengingat Allah. Karena semua aktifitas, bahkan seni sekalipun harus dilakukan dengan tujuan pendekatan kepada Allah SWT (ibadah).

“Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku. (Al-Quran 51:56).

Pemikiran inilah yang mendasari penerapan seni hampir di setiap pemulyaan benda-benda di kehidupan umat muslim,. Seniman bekerja dengan berbagai bahan, dari keramik hingga besi, dan gaya artistik mereka mengambil banyak bentuk, seperti desain Arab, pola geometris dan kaligrafi.

jasa kaligrafi dan ornamen kubah masjid

Aturan Agama Islam Tentang Seni

Faktor penentu ketiga yang mempengaruhi sifat seni dalam budaya Islam adalah aturan agama tentang penggambaran bentuk manusia atau hewan. Disamping karena larangan yang bersumber dari hadis Nabi Muhammad SAW, Pemikiran ini adalah karena kekhawatiran bahwa orang akan kembali ke penyembahan berhala dan tokoh, sebuah praktek yang sangat dikutuk oleh Islam. Pada masa-masa awal Islam, patung dan penggambaran figur dipandang sebagai pengingat masa lalu penyembah berhala. Umat Islam menghormati aturan ini dan meluas hingga tidak melakukan eksploitasi bentuk tubuh yang berlebihan yang dilakukan di Barat.

Read Related Articles:  Sejarah Kaligrafi Arab, Wahyu Pertama Tentang Perintah Membaca Dan Menulis

jasa pembuatan kaligrafi untuk masjid

Seni Islam

Berbeda dengan seni diluar islam yang dihalalkan untuk mengeksploitasi imajinasi sebebas-bebasnya, seni islam mempunyai koridor yang baku. Seperti dalam pengeksploitasian anatomi manusia, dalam seni barat misalnya, semua bagian-bagian bentuk tubuh  bisa ditampilkan dengan sebebas-bebasnya.Sedang dalam islam diharamkan untuk memperlihatkan bentuk tubuh terutama bagi perempuan, sehingga bentuk figur manusia selalu dengan pakaian lengkap dan hampir tidak ada penggambaran wanita. Pemahaman yg tidak islami menyimpulkan bahwa ini adalah bentuk pembelengguan kebebasan kreasi. namun benarkah demikian?

Seni adalah salah satu nikmat dari Allah SWT. Allah itu indah dan mencintai keindahan, begitu nukilan salah satu hadis rosululloh SAW yang diriwayatkan Imam Muslim. Pembatasan kebebasan dalam seni Islam bukanlah untuk mengkerdilkan sifat manusiawi, akan tetapi justru meninggikan harkat dan martabat manusia setinggi-tingginya diatas sifat hewaninya. Dengan pembatasan ini dan didorong oleh kuatnya gejolak kreatifitas akan tuntutan estetika tinggi kemudian timbul ide-ide kreatif yang melahirkan karya-karya seni islam.  Lahirlah kebebasan yang tetap patuh pada norma. Dari sinilah kemudian yang mendasari lahirnya ornamen-ornamen islami yang tetap menampilkan estetika dari benda tanpa penggambaran vulgar benda itu sendiri.