Rangkuman Sejarah Singkat Kaligrafi Hingga MTQ

lomba kaligrafi mtq

Perkembangan Kaligrafi

Sejarah kaligrafi bermula dari mulai tumbuh dan berkembangnya tulisan Arab sekitar abad ke-6 M. Pada saat itu bangsa Arab sebelum masuknya agama Islam belum mempunyai tulisan, bahkan buta huruf. Mereka lebih menyukai menggunakan bahasa lisan dalam berkomunikasi ketimbang bahasa tulisan.

Penggunaan tulisan Arab semakin dikenal semenjak dilakukannya pencatatan ayat-ayat suci Al-qur’an oleh umat Islam. Pada waktu itu Nabi Muhammad SAW memerintahkan para sahabat untuk mencatat semua ayat-ayat suci Al-qur’an yang telah diwahyukan Allah SWT kepada Beliau. Maka para sahabat mulai menulis ayat-ayat suci Al-qur’an dalam berbagai media, diantaranya di pelepah daun kurma, tulang, batu, kulit domba dan sebagainya.

Kegiatan menulis itu berjalan hingga memasuki zaman ke kholifahan Abu Bakar As-siddiq dan kemudian barulah memasuki awal pemerintahan sahabat Usman bin Affan penelitian mendalam tentang Al-qur’an secara resmi dimulai.

Kemudian berdasarkan saran dan pertimbangan dari beberapa sahabat, kholifah Usman bin Affan membentuk panitia yang bertugas untuk mengumpulkan semua tulisan Al-qur’an yang masih berserakan. Baik itu di pelepah kurma, kulit domba, tulang, batu dan sebagainya. Dijadikan satu dalam sebuah mushaf yang dikenal dengan mushaf Ustmani, yakni stulisan tanpa membubuhkan tanda harokat.

Read Related Articles:  Sumber Dasar Penerapan Seni Dalam Islam

lomba kaligrafi mtq

Penyebaran Al-qur’an dan Kaligrafi

Kemudian setelah semakin majunya budaya menulis bangsa Arab, maka mulailah disebarkannya mushaf Ustmani ke beberapa negara Islam seperti kuffah, basrah, makkah dan sebagainya. Dengan semakin luasnya penyebaran Islam maka kaligrafi pun ikut tersebar terbawa arus ke seluruh dunia.

Penyebarannya lebih banyak dibawa oleh para pedagang Islam yang singgah dan
berdagang disuatu daerah atau negara. Di Indonesia kaligrafi hadir sejalan dengan masuknya agama Islam pada abad ke-7 M melalui jalur perdagangan. Kemudian menyebar ke pelosok nusantara pada sekitar abad ke-12 M.

Semakin maju keabad 18 sampai 20 M, kaligrafi dikembangkan menjadi kreasi seniman Indonesia dalam  beraneka media, seperti kayu, kertas, logam, kaca, dan media lainnya. Termasuk pada penulisan mushaf al-qur,an tua berbahan kertas deluang dan kertas murni.

Menulis al-Qur’an telah banyak dirintis oleh ulama besar dipesantren semenjak akhir abad ke-16 M. Sulit mencari seorang Khattat guru di penghujung abad ke- 19 M atau awal abad ke-20 M. Juga kurang tersedianya buku yang memuat kaidah penulisan kaligrafi. Buku pelajaran tentang kaligrafi pertama kali baru keluar sekitar tahun 1961.

Read Related Articles:  Tulisan Kaligrafi Di Masjid

Kaligrafi Di MTQ

Sejarah perkembangan selanjutnya dari kaligrafi di Indonesia adalah dimasukkan seni kaligrafi menjadi salah satu cabang yang dilombakan dalam ivent MTQ. Diawali dari sayembara kaligrafi pada MTQ Nasional XII 1981 di Banda Aceh dan MTQ Nasional XIII di Padang 1983. Sayembara tersebut dinilai kurang tepat karena sistemnya adalah mengirimkan hasil karya Khat langsung kepada panitia MTQ. Sedangkan penulisannya di tempat masing-masing peserta.

Pada MTQ Nasional XIV di Pontianak mulailah dirubah aturannya dengan meniadakan sayembara. Yang kemudian pada MTQ tahun selanjutnya, kaligrafi mulai dilombakan di tempat penyelenggaraan MTQ dengan membuat karya ditempat itu juga. Dan teruslah diselenggarakan lomba kaligrafi hingga sampai saat ini disetiap MTQ.