Kaligrafi, Islam, Bahasa Arab Di Sekolah Indonesia

kaligrafi Islam penulisan

Perkembangan Kaligrafi Di Indonesia

Dalam mempelajari seni menulis kaligrafi tentunya kita juga harus mengetahui perkembangan sejarah Islam masuk ke Indonesia. Sudah pasti tentunya Kaligrafi pun hadir sejalan dengan masuknya agama Islam dan berkembang melalui jalur perdagangan pada masa abad ke-7 M. Kemudian menyebar ke seluruh pelosok nusantara sekitar abad ke-12 M.

Pusat-pusat penyebaran agama Islam seperti di Sumatera, Jawa, Madura, Sulawesi, tentunya menjadi wilayah utama bagi eksistensi penbelajaran kaligrafi. Dalam perjalanan penyebaran ilmunya dimulai dari daerah pesisir pantai lalu kemudian merambah ke pelosok-pelosok daerah lebih luas.

Keberadaan ilmu seni kaligrafi yang harus terus dijaga, tentunya sangat menggugah hati para seniman kaligrafi masa kini untuk terus melestarikan dan mengamalkan ilmu mereka dan menurunkan kepada para generasi muda. Dengan semakin banyak  kaligrafi dipelajari di Indonesia ini. Hal tersebut harus disambut baik oleh elemen masyarakat dan institusi Sekolah, Madrasah dan Perguruan Tinggi. Sehingga kaligrafi bisa berkembang menjadi salah satu mata peajaran ataupun Ekstrakurikuler Kegiatan Mahasiswa dan pelajar di beberapa sekolah dan Perguruan Tinggi. Tentu Khususnya bagi Sekolah dan Perguruan Tinggi yang memiliki Kurikulum agama Islam harus lebih dimaksimalkan pembelajarannya.

Sedangkan hubungannya kaligrafi dengan bahasa Arab tentunya sangat erat sekali. Karena kaligrafi sudah pasti identik dengan bahasa Arab atau bahasa al-quran. Bahasa Arab merupakan media atau sarana untuk menulis kaligrafi yang indah. Sangat menarik dan merupakan seni karya manusia dalam usahanya mengembangkan minat menulis huruf Arab dengan baik.

Read Related Articles:  The Calligraphers Sang Penulis Kaligrafi

Semoga pelajaran kaligrafi bisa menjadi salah satu pelajaran penting yang di ajarkan dan masuk pada kurikulum sekolah. Selain mengajarkan kaidah-kaidah menulis indah, tentunya mata pelajaran kaligrafi bertujuan untuk mendidik anak sejak dini tentang menulis huruf Arab dengan baik dan benar. Sehingga tidak menimbulkan bacaan, arti dan tafsiran yang salah karena kurang sempurnanya penulisan huruf-huruf dalam setiap kalimatnya.

Materi Mata pelajaran ini tentunya juga diharapkan dapat memberikan kontribusi positif terhadap kemahiran para peserta didik dalam berbahasa Arab. Dengan mengingat bahwa peserta didik berasal dari berbagai latar belakang yang berbeda-beda dan memiliki kemampuan penyerapan ilmu yang berbeda. Semoga tidak menyurutkan semangat untuk terus melestarikan seni kaligrafi islam.

kaligrafi Islam penulisan

Pembelajaran Bahasa Arab

Dalam komunitas Masyarakat Indonesia, belajar bahasa Arab tentunya masih dianggap sulit dan rumit. Padahal setiap bahasa tentunya memiliki tingkat kesulitan dan kemudahan yang berbeda-beda, tergantung pada karakteristik sistem bahasa itu sendiri.

Dalam pembelajaran bahasa Arab dikenal empat keterampilan berbahasa yang harus dimiliki siswa yaitu: keterampilan mendengar , keterampilan berbicara,
keterampilan membaca, keterampilan menulis. Dalam penguasaan empat keterampilan berbahasa tersebut, sebagian ahli berasumsi bahwa kemampuan kebahasaan seseorang hanya ditentukan oleh tingkat penguasaan terhadap tata bahasa (sintaksis) itu sendiri.

Read Related Articles:  Pentingnya Materi Pelajaran Seni Kaligrafi Dikembangkan Disekolah Islam

Sebagian ahli yang lain menolak pendapat tersebut dan mengatakan bahwa tingkat kemampuan berbahasa seseorang sangat dipengaruhi oleh penguasaan seseorang terhadap arti kosakata. Pendapat mereka ini lebih didasarkan pada penguasaan kamus.

Tujuan Pembelajaran Bahasa Arab

Tujuan dari sebuah pembelajaran bahasa Arab dalam konteks pendidikan bahasa Arab harus menggambarkan bentuk hasil belajar yang ingin dicapai siswa melalui proses pengajaran yang dilaksanakan.

Mata pelajaran bahasa Arab memiliki tujuan sebagai berikut:

  1. Mengembangkan kemampuan berkomunikasi dalam bahasa tersebut dalam bentuk lisan dan tulisan. Kemampuan berkomunikasi meliputi mendengar, berbicara, membaca, dan menulis.
  2. Menumbuhkan kesadaran tentang hakikat dan pentingnya bahasa Arab
    sebagai salah satu bahasa asing untuk menjadi alat utama belajar,
    khususnya dalam mengkaji sumber ajaran Islam.
  3. Mengembangkan pemahaman tentang saling keterkaitan antara bahasa dan budaya. Dengan demikian peserta didik memiliki wawasan lintas budaya dan melibatkan diri dalam keragaman budaya.